visi misi hidup

Tuesday, July 31, 2012

|

Visi misi hidup

Saya memiliki banyak visi (dalam beberapa aspek) untuk hidup saya. Secara general, dan seperti orang lain saya ingin menjadi orang yang sukses dan mapan. Sukses, bisa menjadi  orang yang berguna bagi masyarakat, keluarga dan diri sendiri. Dalam segi finansial saya ingin menjadi orang yang mapan, tidak peduli saya seorang perempuan yang tidak berkewajiban untuk mencari nafkah, namun kebanggaan tersendiri bisa menghasilkan uang sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, dengan penghasilan sendiri, saya tidak perlu meminta pada siapapun untuk membelikan orang tua saya kebutuhan tertentu.
Dalam segi pendidikan, saya ingin mapan. Yang dimaksud mapan, saya memiliki cukup ilmu dalam keahlian juga beberapa ilmu yang general. Alasan saya ingin mapan secara pendidikan, bukan hanya untuk mempermudah saya dalam bidang pekerjaan, tetapi juga saya ingin membagi ilmu saya kepada orang-orang terdekat saya, mulai dari lingkup paling kecil yaitu keluarga saya (terutama yang lebih muda dari saya, karena mereka merupakan penerus bangsa). Saya juga berkeinginan untuk membangun lembaga pembelajaran formal maupun non formal agar bisa membagi ilmu ke lingkup yang lebih luas.
Dari segi keluarga, saya ingin mejadi orangtua yang baik, demokratis dan bisa membangun keluarga yang harmonis. Untuk pekerjaan, saya ingin bekerja di Bank Indonesia, alasannya saya ingin mengabdi pada lembaga Negara. Mungkin terdengar idealis, namun saya sangat ingin membuat bangsa ini menjadi lebih baik dan bisa berdiri sendiri.
Misi saya untuk mencapai visi-visi saya jelas akan sangat banyak. Untuk bisa mapan secara finansial, tentunya saya harus menghasilkan uang, dan cara menghasilkan uang harus dengan bekerja. Entah pada akhirnya saya bekerja dimana, tetapi saya membutuhkan modal untuk bisa memulai karir saya yaitu ilmu dan softskill. Ilmu yang saya butuhkan bisa didapatkan dari berbagai sumber seperti dari kuliah, buku dan orang lain. Beruntung saya berkesempatan untuk berkuliah di Institut Teknologi Bandung yang dikenal dengan pendidikannya yang baik, mulai dari dosennya, fasilitas yang menunjang, memungkinkan saya untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya disini. Kemudian softskill, yang harus diasah sejak dini. Menurut saya, softskill akan sangat dibutuhkan untuk kita berorganisasi kedepannya juga untuk bekerja nantinya. Maka dari itu, saya mengikuti beberapa unit yang ada di ITB ini. Saya mengikuti 2 unit, yaitu KMH dan MGG. Selama beberapa bulan menjadi bagian dari unit ini dan ikut dalam berbagai kegiatan didalamnya, cukup banyak hal yang bisa saya dapatkan yang akan sangat berguna dan bisa membuat saya menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab. Sebenarnya saya ingin bisa aktif menjadi aktivis social untuk mempermudah saya mencapai tujuan saya, yaitu mendirikan lembaga pendidikan. Saya ingin menghimpun dana, baik pribadi maupun dari donatur untuk bisa mendirikan lembaga tersebut.
Misi saya untuk mendirikan lembaga itu yaitu mempererat ikatan alumni (saat sudah lulus nanti) dan membangun jejaring yang luas dengan mengikuti berbagai organisasi. Siapa tahu dengan begitu saya akan menemukan orang yang sepemikiran dan membangun bersama lembaga social yang berorientasikan pendidikan tersebut. Namun dari hal kecil, misal dari lingkup keluarga, saya akan mengajar keponakan saya, sepupu atau siapapun yang masih lebih muda dari saya. Sebenarnya selain mereka masih membutuhkan bimbingan (diluar bimbingan dari orang tuanya), saya merasakan  kebanggaan tersendiri bisa membagi ilmu dengan orang lain J.
Untuk visi saya membangun keluarga yang harmonis, saya akan belajar membagi waktu (sebagai wanita karir nantinya) agar karir dan keluarga akan berjalan seimbang. Saya juga ingin mengajarkan anak saya berbagai keahlian (diluar akademis) agar menjadi orang yang multi talent, juga memberi pandangan yang luas agar bisa berpikir global.
Untuk pekerjaan, saya memiliki dua planning. Yang pertama, saya ingin masuk Bank Indonesia, bekerja sebagai pegawai bank, menjaga kestabilan nilai rupiah dan hal-hal lainnya. Penyeleksian Bank Indonesia cukup ketat dan melewati berbagai tahapan, seperti psokites, wawancara, tes kemampuan tentang perbankan, TOEFL, dan lainnya. Maka dari itu saya harus mempersiapkan banyak hal, dari hal yang paling mendasar, yaitu IPK minimal 3,00. Selain itu juga saya harus mempunyai kemampuan yang cukup di TOEFL, saya berencarna untuk mengikuti kelas TOEFL hingga nilai TOEFL saya memadai. Untuk kemampuan perbankan, saya harus belajar hal baru, rencana saya adalah membaca buku dan bertanya pada orang yang lebih berpengalaman di bidang perbankan. Namun kelemahan ketika menjadi pegawai bank yaitu schedule yang padat untuk bisa mecapai beberapa visi saya, seperti mendirikan lembaga pendidikan tersebut. Jadi, saya mengganti rencana saya mendirikan lembaga pendidikan menjadi donatur tetap suatu lembaga, dengan sesekali turut berperan langsung dalam lembaga tersebut.

mungkin cukup muluk dan terlalu bertele-tele, namun kurang lebih begitulah gambaran visi misi hidup saya

0 comments:

Post a Comment